Chechnya akan jadi homebase bagi Finalis Piala Dunia

cechnya russia

Chechnya akan jadi homebase bagi Finalis Piala Dunia

FIFA telah membuat pilihan mengejutkan ketika memberikan izin untuk sebuah kamp pelatihan Piala Dunia 2018 di Chechnya, laporan berita baru-baru ini mengungkapkan. Tim sepak bola nasional Mesir, finalis Piala Dunia, memilih Grozny, ibukota Chechnya, untuk basisnya selama turnamen dari belasan pilihan.

Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, merupakan pemimpin yang memimpin Chechnya dengan kejam, di wilayahnya ini di mana pembunuhan bisa bebas dari proses hukum, penyiksaan, penghilangan paksa sering terjadi dan hampir terjadi penindasan total terhadap orang-orang yang berabi memberikan kritik, wartawan, dan kaum LGBT. Kadyrov memerintah dengan cara ini dengan dukungan diam-diam dari Kremlin.

Kadyrov sangat senang tampil di media dan menjadi sorotan publik. Dia memiliki banyak pengikut di Instagram, sampai perusahaan tersebut menonaktifkan akunnya pada bulan Desember 2017, dan di platform media sosial lainnya. Kadyrov adalah seorang penggemar sepak bola yang terkenal, tidak sulit untuk memperkirakan dia inigin memamerkan republik tersebut sebagai tuan rumah Piala Dunia, mengambil foto bersama tim Mesir, dan mempromosikan dirinya melalui FIFA, badan sepak bola dunia.

Pada tahun 2017, FIFA mengumumkan Kebijakan Hak Asasi Manusia yang baru, yang berlaku di seluruh operasi globalnya. Ia juga mengakui bahwa ada kekhawatiran hak asasi manusia di Chechnya. Setelah Human Rights Watch dan organisasi lainnya membawa pembersihan anti-gay yang penuh kekerasan di Chechnya dan pelecehan terhadap para jurnalis, perhatiannya diumumkan FIFA menyatakan “insiden tersebut … bertentangan dengan nilai FIFA sebagai sebuah organisasi dan kami dengan tegas menghukum mereka.”

Pada bulan Januari, pihak berwenang Chechnya menangkap Oyub Titiev, direktur Chechnya Memorial, sebuah organisasi hak asasi manusia terkemuka di Rusia. Polisi menanam ganja di mobil Titiev dan melancarkan tuduhan kepemilikan obat palsu terhadapnya. Dia masih dalam tahanan menunggu sidang dan menghadapi hukuman penjara maksimal sepuluh tahun. Pihak berwenang Chechnya telah menggunakan taktik serupa untuk membungkam aktivis lokal dan wartawan lainnya. Penangkapan Titiev hanya satu langkah dalam kampanye yang lebih luas untuk mencoba memaksa Memorial keluar dari Chechnya dan menutup kemungkinan melakukan pekerjaan hak asasi manusia di sana.

Chechnya kini menjadi bagian dari perhelatan akbar final piala dunia 2018. FIFA perlu merekonsiliasi kebijakan hak asasi manusia dengan pelanggaran serius yang terjadi di sana. Salah satu cara untuk mendemonstrasikan kebijakan tersebut adalah lebih dari sekedar kata-kata di atas kertas yang akan diintervensi dengan pihak berwenang Rusia mengenai kasus Titiev.
Pembela hak asasi manusia dan wartawan membutuhkan suasana yang aman sebelum acara Piala Dunia dimulai. Apapun usaha hanya akan merusak keharmonisan para atlet Piala Dunia dan para pencinta berharap acara tersebut bisa terjadi.